Alhamdulillah, saya dapat memposting lagi tulisan saya di blog ini.
Kali ini saya ingin bercerita tentang Idul Fitri 1434 H versi saya :D
Ada yang berbeda di Ramadhan tahun ini. Entah mengapa saya merasakan ada sesuatu yang "hilang" dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Saya rasa sesuatu yang hilang tersebut adalah euforia menyambut datangnya bulan suci ini.
Saat Ramadhan tiba, biasanya saya merasa sangat gembira dan bersemangat menyambutnya. Tapi di tahun ini, saya tidak begitu merasakan kedua hal tersebut. Mungkin, ada beberapa hal yang menyita pikiran saya sehingga saya tidak bisa fokus dengan Ramadhan. Segalanya yang saya lalui di bulan ini menjadi "datar-datar" saja atau flat. Setelah bulan ini pergi, barulah saya merasakan penyesalan yang sangat mendalam karena kurang tekun beribadah di bulan penuh berkah tersebut. Padahal, apabila beribadah di bulan Ramadhan pahalanya berlipat-lipat ganda. Sungguh disayangkan saya tidak memanfaatkan waktu yang diberikan Allah kepada saya dengan baik. Saya rasa, saya terlalu egois, seharusnya sudah cukup 11 bulan yang lain difokuskan untuk kehidupan duniawi, sudah saatnyalah Ramadhan dijadikan ajang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kita tak akan pernah tau, apakah kita akan berjumpa lagi dengan Ramadhan di tahun yang akan datang. Tak seorang pun bisa menjamin apakah kau, aku, kita dapat berjumpa lagi dengan bulan penuh rahmat ini.
Readers, Ramadhan kalian bagaimana? Apa kalian melalui bulan ini dengan diisi hal-hal positif seperti mendekatkan diri kepada Sang Pencipta? Saya harap begitu, karena saya tidak ingin kalian juga merasakan penyesalan seperti yang saya rasakan.
Baiklah, langsung saja kita masuk ke dalam inti postingan ini: Idul Fitri 1434 Hijriah! Setelah sebulan berpuasa, umat muslim akhirnya mendapatkan "piala kemenangan" atas peperangan melawan hawa nafsunya selama sebulan.
Readers, sebenarnya apa sih makna dari Idul Fitri itu?
Hakikat Idul Fitri adalah perayaan kemenangan iman dan ilmu atas nafsu di medan jihad Ramadhan.Nah, saya sudah katakan sebelumnya bahwa umat muslim yang lolos ujian-tahan-nafsu di bulan Ramadhan akan mendapatkan piala kemenangan. Lantas, bagaimana sih ciri-ciri orang yang mendapatkan piala kemenangan tersebut? Berikut 4 ciri orang yang mendapatkan piala tersebut.
- Tidak Sombong. Jika sebelum puasa orang tersebut sombong, maka setelah lolos ujian-tahan-nafsu dia akan tidak sombong lagi. Readers, perlu kalian ketahui sombong itu sangat merugikan bagi yang merasakannya. Karena ada hadis yang mengatakan bahwa: "
0 comments:
Post a Comment