Aku suka memandangi langit. Aku suka menghirup dinginnya udara malam. Aku suka keheningan malam. Aku suka dengan bebas memikirkanmu. Membayangkan apakah kau melakukan hal yang sama sepertiku. Kau suka langit, begitu juga aku.
Sebenarnya, aku menyukai langit karena opiniku sendiri atau ada intervensi kau dalam hal ini, aku tak tau. Aku selalu bingung setiap memikirkanmu. Ya, aku bingung.
Pertama, aku bingung mengapa kau, kau yang tidak pernah benar-benar hadir dalam hariku bisa seperti bayangan yang selalu menempel erat di pikiranku.
Adalah sebuah kesalahan, mengapa aku membiarkanmu sejak awal menyelinap di dalam pikiranku.
Aku menjadi takut mendengar namamu, karena aku takut kau akan menghantuiku lagi
Jangan datang sesuka hati, lalu pergi tanpa permisi!
Tunggu.
Hei, mengapa aku seperti ini? Bukan salahmu ingin begitu begini!
Ini salahku, yang terlalu menganggap angin sepoi seperti badai
0 comments:
Post a Comment